Selama
ini peran serta enzim-enzim dalam berbagai penelitian seputar bioteknologi
sangat besar. Seperti penelitian enzim kimosin untuk pengganti enzim renin
dalam industri keju, kemudian peran enzim protese pada industri olahan daging
juga enzim transglutaminase dalam industri MSG, bahkan masih
banyak lagi pada industri-industri non pangan seperti industri deterjen yang
memanfaatkan enzim lipase dalam melunturkan noda pakaian. Seiring waktu terus
berkembang penelitian penelitian tentang enzim yang belum pernah ditemukan,
seperti enzim lakase yang ternyata merupakan enzim serbaguna dan sangat
berperan dalam industri pangan dan non-pangan bahkan sangat berperan juga dalam
pongolahan limbahnya.
Enzim Lakase (sikloheksan: oksigen oksidoreduktase, EC 1.10.3.2)
Adalah enzim yang
mengkatalisis reaksi oksidasi senyawa fenolik seperti dan para--diphenols orto. Enzim lakase secara luas didistribusikan pada tumbuhan tingkat tinggi dan jamur,
seperti golongan Ascomycetes dan Deuteromycetes juga telah ditemukan di
serangga dan bakteri.
Contoh bakteri yang memiliki enzim lakase :
·
Lipoferum Azospirillum
·
Bacillus subtilis
·
Streptomyceslavendulae
·
S.cyaneus
·
Mediterranea Marinomonas
Selain itu enzim lakase juga dapat diperoleh dari screening pada jamur yang
dapat diperoleh dari tanaman seperti kubis, lobak, bit, apel, asparagus, kentang,
pir, dan berbagai sayuran lainnya.
Enzim ini juga pernah dipasarkan dengan merk dagang tertentu dan
digunakan dalam pembuatan bir untuk mencegah terbentuknya senyawa off-flavour,
seperti trans-2-nonenal dan manfaat manfaat lain dari enzim lakase adalah:
·
Sebagai pendegradasi
lignin pada industri textile dan kertas
·
Sebagai komponen
penghilang noda pada industri deterjent
·
penghapusan fenolat dari anggur pada
industri wine, bahkan sebagai
·
penghilangan warna air limbah dan
detoksifikasi untuk pemutihan pulp.
No comments:
Post a Comment